Buscar

Rabu, 04 Mei 2011

Tutorial GIS part 3

TUTORIAL GIS GOOGLE EARTH

1. Buat folder GE_UNS_2011.

2. Buka Google Earth, Fly to Surakarta, cari daerah kampus UNS.

3. Pilih tampilan tahun 2011 dengan cara

Buka View, beri tanda cek pada Historical Imagery. Historical Imagery akan muncul di bagian atas layar Google Earth. Pada Select Date, geser penunjuk ke paling kanan.

4. Tandai area dengan cara

- Cari persimpangan (pertigaan / perempatan) jalan di sekitar kampus UNS.

- Klik tool Add Placemark , geser pin ke tengah persimpangan tersebut (usahakan tepat di tengahnya, berarti di tengah jalan).

- Beri nama pada field Name, catat koordinat Latitude dan Longitude ke dokumen MS Excel, klik OK.


- Simpan dokumen MS Excel tersebut dengan nama GE_UNS_2011.xls pada folder GE_UNS_2011.


Gambar 1. Contoh penandaan area

Gambar 2. Contoh pendataan koordinat

- Atur tampilan peta agar maksimum namun semua pin dapat dilihat. Klik File -> Save -> Save Image -> pilih folder GE_UNS_2011 -> Save.

5. (To be continued …)

TUTORIAL GIS Georeferencing SURAKARTA

1. Buka ArcMap, buka project Demografi_Surakarta yang dulu pernah dibuat.

2. Masukkan peta SURAKARTA.jpg (yang didapatkan dari e-learning). Jika peta tidak terlihat, maka klik Fit to Display pada Georeferencing. Catat koordinat yang ada pada ujung peta, masukkan koordinat X (vertikal) dan koordinat Y (horizontal) ke dokumen MS Excel. Pencatatan dilakukan dari pojok kanan atas – pojok kanan bawah – pojok kiri bawah – pojok kiri atas. Simpan dokumen MS Excel tersebut dengan nama 1408343.xls. Remove peta SURAKARTA dari layer.

3. Melakukan Georeferencing

- Masukkan data koordinat dari file .xls dengan klik menu Tools -> Add X Y Data.

- Muncul jendela Add X Y Data. Klik Browse -> cari 1408343.xls -> sheet-nya -> Add.

- Klik Edit (pada bagian kanan bawah) -> atur koordinat (…49S) -> Add.

- Klik Apply -> OK -> OK. Muncul jendela konfirmasi -> klik OK saja.

- Muncul titik-titik pada workspace (jendela tampilan). Ganti simbol titik tersebut dengan tanda silang warna merah.

- Masukkan kembali peta SURAKARTA.jpg.

(Jangan panik jika titik atau peta tidak terlihat)

- Aktifkan toolbar Georeferencing : Klik View -> Toolbar -> beri tanda cek pada Georeferencing.

- Klik pada Georeferencing -> Fit To Display.

- Keempat titik dan peta akan terlihat. Lakukan zoom in pada pojok-pojok peta.

- Gabungkan pojok peta dengan tanda silang dengan tool Add Control Points . Caranya yaitu tempatkan tanda + pada pojok peta(1) kemudian drag ke tanda silang X , kemudian dobel klik pada tanda silang tersebut. Lakukan pada keempat pojok peta.

- Jika gambar kurang besar, bisa menggunakan Magnifier : klik Window -> Magnifier.

- Sesuaikan koordinat X dan Y peta dengan klik tool View Link Table . Ganti koordinat pada X Map dan Y Map sesuai dengan koordinat pada peta. Lakukan pada keempat pojok peta.

- Lakukan Rectify pada peta dengan klik Georeferencing -> Rectify, muncul jendela Save As, pilih Output Location dan pada Format, ganti dengan TIFF -> Save.

4. Masukkan peta Surakarta.tif dan file tata guna lahan (G1408343) yang sudah dalam bentuk shapefile dan sudah disetting koordinatnya.

5. Ganti Symbology pada tata guna lahan, pada Value Field pilih NAMA_UNSUR. Perhatikan, pada peta terdapat Air Laut di wilayah Surakarta yang seharusnya tidak ada.

Atur Transparency peta tata guna lahan tersebut, misal 50%.

6. Mengganti NAMA_UNSUR

- Zoom in pada peta, gunakan tool Select Features , klik pada daerah yang akan diganti NAMA_UNSUR-nya.

- Open Attribute Table pada layer tata guna lahan, klik Selected, klik kanan pada NAMA_UNSUR, pilih Field Calculator, ketikkan “Pemukuman”, klik OK.

- Lihat hasilnya pada peta, warna peta akan berubah yang menandakan penggantian NAMA_UNSUR behasil dilakukan.

- Lakukan pada daerah lainnya satu per satu (atau ada cara lain yang lebih cepat).

0 komentar:

¿Te animas a decir algo?

 
lost in space | Copyright © 2011 Designed by: compartidisimo | With the technology: Blogger