Buscar

Rabu, 04 Mei 2011

Tutorial GIS part 4 (selesai)


ini adalah tutorial terakhir yg dibuat, karena tugas terakhir jg..hohoho ~

Tutorial GIS Selection

A. Menentukan Selectable Layer

Kita dapat menentukan layer mana saja yang akan aktif (dapat kita pilih) untuk proses selection.

1. Klik menu Selection -> Pilih Set Selectable Layer.

2. Beri tanda cek pada layer yang ingin diaktifkan untuk proses selection. Kita juga dapat menggunakan tombol Select All dan Clear All.

3. Jika layer sudah dicentang, berarti layer tersebut dapat kita pilih dalam proses selection.

4. Klik Close.

B. Select By Attributes

1. Klik menu Selection -> Select By Attributes -> Pilih Layer yang akan diproses, misal tata_guna_lahan.

2. Perhatikan bagian Only show selectable layers in this list (Anda pasti sudah tahu maksudnya)

3. Pilih Method yang diinginkan.

4. Pada kotak di bawah Method, dobel klik atribut yang akan dimanipulasi datanya, misal NAMA_UNSUR.

5. Pilih operator ( = , <> , Like , And, dsb ) yang akan digunakan dengan mengklik tombolnya.

6. Klik tombol Get Unique Values -> Akan muncul daftar value di kotak di atas tombol Get Unique Values, dobel klik values yang diinginkan.

7. Di bawah tombol Get Unique Values akan terlihat sebuah query sesuai setting kita. Misal : SELECT * FROM tata_guna_lahan WHERE “NAMA_UNSUR” = ’Sawah’.

8. Klik Apply -> OK.

9. Pada peta akan tampak area yang mempunyai border biru-kehijauan, area tersebut merupakan hasil query yang kita lakukan sebelumnya.

10. Untuk membuat layer baru yang hanya berisi area tersebut, klik kanan pada layer (misal tata_guna_lahan) -> Selection -> Create Layer

From Selected Features -> akan muncul layer baru yang hanya menampilkan area yang dipilih.

11. Selanjutnya kita dapat melakukan berbagai hal terhadap layer tersebut (dibuat shapefile, dsb).

12. Hilangkan border biru-kehijjauan pada layer tata_guna_lahan dengan klik kanan -> Selection

-> Clear Selected Features.

C. Select By Location

Dengan Select By Location kita dapat melakukan Selection dari beberapa layer.

1. Klik menu Selection -> Select By Location

2. Pada bagian I want to, pilih aksi yang ingin dilakukan, misal select features from.

3. Beri tanda cek pada layer yang terdapat pada list di bawah tulisan the following layer(s), misal tata_guna_lahan.

4. Di bawah tulisan that, pilih aksi yang akan dilakukan, misal intersect.

5. Pada bagian the features in this layer, pilih layer yang akan di intersect dengan layer tata guna lahan, misal layer kota_SKA.

6. Jika diperhatikan dari atas, maka akan terbentuk sebuah command : I want to select features from the following layer(s): tata_guna_lahan that intersect the features in this layer: kota_SKA.

7. Klik Apply -> Close.

8. Pada peta akan tampak area yang mempunyai border biru-kehijauan, area tersebut merupakan hasil selection yang kita lakukan sebelumnya.

9. Ikuti langkah 10 – 12 pada bagian Select By Attributes di atas.

10. Jika kita cocokkan dengan border / batas kota Surakarta, maka ada beberapa area tata_guna_lahan yang berada di luar batas kota. Inilah perbedaan intersect menggunakan select by location dengan intersect menggunakan toolbox.

D. Selection dengan Query Builder

1. Pilih toolbox Analysis Tool -> Extract -> Select -> Muncul jendela Select.

2. Pada Input Features, pilih layer yang akan diproses. Pada Output Feature Class, kita dapat mengatur lokasi penyimpanan dan nama shapefile.

3. Pada bagian Expression, klik tombol SQL untuk membuka Query Builder. Caranya hampir sama dengan langkah 4 – 6 pada bagian Select By Attributes di atas -> Klik OK.

4. Pada textbox di bawah tulisan Expression akan muncul atribut dan value yang tadi kita pilih, misal “NAMA_UNSUR” = ’Sawah’ -> Klik OK.

5. Akan muncul jendela proses pembuatan shapefile, tunggu sampai proses selesai.

6. Lakukan refresh pada folder penyimpanan di ArcCatalog, akan muncul shapefile yang baru saja kita buat.

7. Jadi, perbedaan dengan selection menggunakan select by location adalah

- Selection menggunakan select by location tidak langsung membuat shapefile baru, namun hanya memilih atribut dengan value tertentu, yang selanjutnya dapat dibuat layer.

- Selection menggunakan Query Builder langsung membuat shapefile baru sesuai dengan atribut dan value yang telah kita pilih.


Tutorial GIS Penyajian Peta

A. Mengatur Layout Peta

1. Buka ArcMap, load file kerja peta Surakarta.

2. Pilih Layout View (icon kertas pada bagian pojok kiri bawah).

3. Atur kertas dengan klik menu File -> Page and Print Setup -> atur sesuai keinginan.

4. Menambahkan Judul

Klik menu Insert -> Title -> muncul textbox di atas peta -> atur isi dan letak judul.

5. Menambahkan Legenda

Klik menu Insert -> Legend -> pilih layer yang akan ditampilkan dalam legenda dengan mengklik tombol , Pastikan layer yang akan ditampilkan sudah dalam keadaan aktif (dicentang)! Untuk me-remove Item, klik tombol -> klik Next ->

Masukkan Legend Title dan atur atribut lainnya -> klik Next -> Atur Legend Frame (Border, Background, Drop Shadow, dll) -> klik Next -> Atur Patch bila perlu -> klik Next -> Atur spacing bila perlu, klik Finish. Akan muncul label legenda.

6. Mengatur content pada legenda

Kita bisa mengatur letak dan content pada legenda tersebut dengan mendobel klik pada legenda tersebut, terlebih dahulu gunakan pointer . Akan muncul jendela Legend Properties, kita bisa menyesuaikan atribut sehingga bisa mendapatkan tampilan yang kita inginkan.

7. Menampilkan skala peta

Klik menu Insert -> Scale Bar -> pilih style skala yang diinginkan -> klik OK.

Atur agar angka pada skala terlihat lebih bagus dengan memperlebar atau mempersempit scale bar.

Skala peta dapat diatur dengan mengganti angka pada drop down box scale yang terdapat di bawah menu Window.

8. Menampilkan arah mata angin

Klik menu Insert -> North Arrow -> pilih style panah mata angin -> klik OK.

9. Menampilkan Grid Line

Klik kanan pada garis tepi peta -> pilih Properties -> pilih tab Grid -> klik New Grid -> pilih jenis grid yang diinginkan -> klik Next beberapa kali sampai Finish -> Apply -> OK.

Kita dapat mengatur kerapatan grid dengan cara aktifkan grid -> klik kanan -> pilih Properties -> pada tab Grid, klik tombol Properties -> ubah angka pada X Axis dan Y Axis - Apply -> OK -> Apply -> OK.

B. Mengatur Simbol Pada Peta

1. Klik kanan pada layer yang akan diproses -> Pilih Properties -> Pilih tab Symbology.

2. Untuk bagian Categories, sudah kita praktekkan pada tutorial sebelumnya.

3. Quantities

Menandai suatu area berdasarkan field tertentu.

Terdapat beberapa pilihan yaitu:

- Graduated colors

- Graduated symbols

- Proportional symbols

- Dot density

Pada bagian Fields, kita dapat memili Value yang diinginkan, dan kita juga dapat mengedit Template simbol, Range dan Label serta properties lain sesuai kebutuhan.

4. Charts

Menampilkan grafik pada area berdasarkan field tertentu.

Terdapat beberapa pilihan yaitu:

- Pie

- Bar/Column

- Stacked

Kita dapat memilih field tertentu pada Field Selection dan menambahkannya ke kotak di sebelah kanannya. Kita juga dapat mengatur Symbol, Field dan properties lain sesuai kebutuhan.

Tutorial GIS part 3

TUTORIAL GIS GOOGLE EARTH

1. Buat folder GE_UNS_2011.

2. Buka Google Earth, Fly to Surakarta, cari daerah kampus UNS.

3. Pilih tampilan tahun 2011 dengan cara

Buka View, beri tanda cek pada Historical Imagery. Historical Imagery akan muncul di bagian atas layar Google Earth. Pada Select Date, geser penunjuk ke paling kanan.

4. Tandai area dengan cara

- Cari persimpangan (pertigaan / perempatan) jalan di sekitar kampus UNS.

- Klik tool Add Placemark , geser pin ke tengah persimpangan tersebut (usahakan tepat di tengahnya, berarti di tengah jalan).

- Beri nama pada field Name, catat koordinat Latitude dan Longitude ke dokumen MS Excel, klik OK.


- Simpan dokumen MS Excel tersebut dengan nama GE_UNS_2011.xls pada folder GE_UNS_2011.


Gambar 1. Contoh penandaan area

Gambar 2. Contoh pendataan koordinat

- Atur tampilan peta agar maksimum namun semua pin dapat dilihat. Klik File -> Save -> Save Image -> pilih folder GE_UNS_2011 -> Save.

5. (To be continued …)

TUTORIAL GIS Georeferencing SURAKARTA

1. Buka ArcMap, buka project Demografi_Surakarta yang dulu pernah dibuat.

2. Masukkan peta SURAKARTA.jpg (yang didapatkan dari e-learning). Jika peta tidak terlihat, maka klik Fit to Display pada Georeferencing. Catat koordinat yang ada pada ujung peta, masukkan koordinat X (vertikal) dan koordinat Y (horizontal) ke dokumen MS Excel. Pencatatan dilakukan dari pojok kanan atas – pojok kanan bawah – pojok kiri bawah – pojok kiri atas. Simpan dokumen MS Excel tersebut dengan nama 1408343.xls. Remove peta SURAKARTA dari layer.

3. Melakukan Georeferencing

- Masukkan data koordinat dari file .xls dengan klik menu Tools -> Add X Y Data.

- Muncul jendela Add X Y Data. Klik Browse -> cari 1408343.xls -> sheet-nya -> Add.

- Klik Edit (pada bagian kanan bawah) -> atur koordinat (…49S) -> Add.

- Klik Apply -> OK -> OK. Muncul jendela konfirmasi -> klik OK saja.

- Muncul titik-titik pada workspace (jendela tampilan). Ganti simbol titik tersebut dengan tanda silang warna merah.

- Masukkan kembali peta SURAKARTA.jpg.

(Jangan panik jika titik atau peta tidak terlihat)

- Aktifkan toolbar Georeferencing : Klik View -> Toolbar -> beri tanda cek pada Georeferencing.

- Klik pada Georeferencing -> Fit To Display.

- Keempat titik dan peta akan terlihat. Lakukan zoom in pada pojok-pojok peta.

- Gabungkan pojok peta dengan tanda silang dengan tool Add Control Points . Caranya yaitu tempatkan tanda + pada pojok peta(1) kemudian drag ke tanda silang X , kemudian dobel klik pada tanda silang tersebut. Lakukan pada keempat pojok peta.

- Jika gambar kurang besar, bisa menggunakan Magnifier : klik Window -> Magnifier.

- Sesuaikan koordinat X dan Y peta dengan klik tool View Link Table . Ganti koordinat pada X Map dan Y Map sesuai dengan koordinat pada peta. Lakukan pada keempat pojok peta.

- Lakukan Rectify pada peta dengan klik Georeferencing -> Rectify, muncul jendela Save As, pilih Output Location dan pada Format, ganti dengan TIFF -> Save.

4. Masukkan peta Surakarta.tif dan file tata guna lahan (G1408343) yang sudah dalam bentuk shapefile dan sudah disetting koordinatnya.

5. Ganti Symbology pada tata guna lahan, pada Value Field pilih NAMA_UNSUR. Perhatikan, pada peta terdapat Air Laut di wilayah Surakarta yang seharusnya tidak ada.

Atur Transparency peta tata guna lahan tersebut, misal 50%.

6. Mengganti NAMA_UNSUR

- Zoom in pada peta, gunakan tool Select Features , klik pada daerah yang akan diganti NAMA_UNSUR-nya.

- Open Attribute Table pada layer tata guna lahan, klik Selected, klik kanan pada NAMA_UNSUR, pilih Field Calculator, ketikkan “Pemukuman”, klik OK.

- Lihat hasilnya pada peta, warna peta akan berubah yang menandakan penggantian NAMA_UNSUR behasil dilakukan.

- Lakukan pada daerah lainnya satu per satu (atau ada cara lain yang lebih cepat).

Tutorial GIS part 2

Tutorial ini merupakan tugas kedua yang saya dapat dari kuliah SIG dikampus, pada tutorial ini data yg digunakan adalah data peta kabupaten sukoharjo.


Tutorial KAB_SKH_2010

1. Buat folder KAB_SKH_2010.

2. Pindahkan folder PetaBakoSKH_01 dan PetaBakoSKH_02 ke folder KAB_SKH_2010.

3. Connect-kan folder tersebut dengan ArcGIS:

Buka ArcCatalog, klik icon Connect To Folder atau dari menu File -> Connect To Folder. Pilih folder KAB_SKH_2010 -> OK. Akan muncul drive baru dengan path ke folder KAB_SKH_2010.

4. Tambahkan toolbox pada folder KAB_SKH_2010 di ArcCatalog:

Klik kanan -> New -> Toolbox. Beri nama KAB_SKH_2010.

5. Buka ArcMap, masukkan semua polygon dengan kode A dari kedua folder (PetaBakoSKH_01 dan PetaBakoSKH_02) di atas kecuali yang ada di folder 1408344. Masing-masing polygon berupa puzzle yang akan membentuk peta Sukoharjo dan sekitarnya. Keseluruhan ada 9 polygon yang harus dimasukkan ke ArcMap.

6. Tambahkan toolbox pada ArcMap:

Klik kanan ArcToolbox -> Add Toolbox -> pilih toolbox KAB_SKH_2010 yang telah dibuat sebelumnya -> Open. Toolbox KAB_SKH_2010 akan muncul di antara toolbox lainnya.

7. Tambahkan Toolset dan Model pada toolbox KAB_SKH_2010:

Klik kanan pada toolbox KAB_SKH_2010 -> New -> Toolset. Akan muncul Toolset baru.

Klik kanan pada Toolset tersebut -> New -> Model. Akan muncul jendela Model baru. Selanjutnya langsung ikuti langkah nomor 8.

8. Mengubah polygon menjadi shape:

Jendela Model baru pada toolbox KAB_SKH_2010 sedang terbuka. Klik Conversion Tools -> To Shapefile -> drag Feature Class To Shapefile (multiple) ke dalam jendela Model tersebut.

Muncul elips dan kotak. Dobel Klik pada kotak Feature Class To Shapefile.

Jendela Feature Class To Shapefile (multiple) akan terbuka -> pada Input Features masukkan semua peta (9 peta) -> pada Output Features pilih folder KAB_SKH_2010. Klik OK -> klik Run pada Model -> tunggu proses -> setelah finish klik Close -> klik Save pada Model -> tutup jendela Model. Ganti nama model menjadi Shape.

9. Pada ArcCatalog, copy dan paste salah satu dari 9 polygon yang berbentuk shape (misal: a1408344 polygon), dan rename hasil copy-an dengan nama Lembar_KAB_SKH_2010.

10. Remove semua peta awal di ArcMap, masukkan polygon yang sudah berbentuk shape ke ArcMap. Masukkan pula polygon Lembar_KAB_SKH_2010.

11. Perbaiki data kabupaten:

Start Editor -> ganti semua nama kabupaten di wilayah Sukoharjo dengan nama KABUPATEN SUKOHARJO.

12. Melakukan Append:

Buat Model baru pada toolbox KAB_SKH_2010 -> Toolset. Klik Data Management Tools -> General -> drag Append ke jendela Model. Dobel klik Append -> muncul jendela Append. Pada Input Datasets, masukkan 9 polygon selain polygon Lembar_KAB_SKH_2010. Pada Target Dataset, pilih polygon Lembar_KAB_SKH_2010. Pada Schema Type (optional) pilih NO_TEST. Klik OK -> klik Run pada Model -> tunggu proses -> setelah finish klik Close -> klik Save pada Model -> tutup jendela Model. Ganti nama model menjadi Append.

Munculkan Layer Lembar_KAB_SKH_2010, lihat bahwa semua bagian peta telah tergabung menjadi satu.

Perhatikan, ada beberapa wilayah kecil (yang merupakan anggota kabupaten Sukoharjo) yang atribut kabupatennya masih kosong. Cocokkan dengan wilayah disekitarnya, isi atributnya sekalian. Save Editor -> Stop Editor.

13. Melakukan Dissolve:

Buat Model baru pada toolbox KAB_SKH_2010 -> Toolset. Klik Data Management Tools -> Generalization -> Drag Dissolve ke jendela Model. Dobel klik Dissolve -> muncul jendela Dissolve. Pada Input Features pilih Lembar_KAB_SKH_2010. Pada Output Feature Class, pilih lokasi penyimpanan dan masukkan nama file yang diinginkan. Pada Dissolve_Fields(s) (optional) beri tanda checklist pada KABUPATEN. Klik OK -> klik Run pada Model -> tunggu proses -> setelah finish klik Close -> klik Save pada Model -> tutup jendela Model. Ganti nama model menjadi Dissolve.

14. Masukkan hasil dissolve (misal: Lembar_KAB_SKH_2010_Dissolve) ke ArcMap.

15. Hapus wilayah selain wilayah KABUPATEN SUKOHARJO:

Tambahkan toolbar Advanced Editing: Klik Editor -> More Editing Tools -> Advanced Editing. Pasang pada toolbar place.

Klik Editor -> Start Editing -> klik Edit Tool (gambar panah disamping Edit), sehingga cursor berubah bentuk. Pada Task ganti menjadi Modify Feature. Klik wilayah yang akan dihapus sehingga bordernya menjadi hijau -> klik Explode Multi-part Feature pada toolbar Advanced Editing. Klik pada garis -> klik kanan -> Delete Vertex.

 
lost in space | Copyright © 2011 Designed by: compartidisimo | With the technology: Blogger