Buscar

Rabu, 04 Mei 2011

Tutorial GIS part 1

Kebetulan semester kemaren ngambil mata kuliah Sistem Informasi Geografi, dan sempet kerepotan banget, cz kuliahnya lebih terasa sebagai mata kuliah "ArcGIS" =,=a
Daripada menuh"in HD laptop, saya upload kesini aja tutorial hasil jerih payah belajar bareng..


Tutorial Demografi Surakarta

BAGIAN 1

  1. Buka ArcMap dengan cara klik Start -> All Programs -> ArcGIS -> ArcMap.
  2. Pada jendela Start using ArcMap with, pilih A new empty map, klik OK.
  3. Setting awal = Pilih menu File -> Document Properties -> pada Data Source Options, pilih Store Relative Path Names To Data Sources -> klik OK.
  4. Menentukan koordinat sistem = Klik kanan pada Layers, pilih Properties -> pilih tab Coordinate System -> Predefined -> Projected Coordinate Systems -> UTM -> WGS 1984 -> WGS 1984 UTM Zone 49S -> OK.
  5. Memasukkan peta
  • Klik Add Data (tanda + hitam) pada toolbar -> pilih peta yang akan dimasukkan (misal A1408343) -> klik Add.
Atau dengan
Buka ArcCatalog. Pada Explorer, pilih peta yg akan di kerjakan (misal A1408343), kemudian drag ke ArcMap pada bagian bawah Layers.
  • Muncul warning Unknown Spatial References, klik OK.
  • Peta telah berhasil dimasukkan.

6. Memilih area tertentu
a. Klik menu Selection -> Select by Attributes.
b. Pilih Layer : polygon yang akan dipilih area-nya.
c. Dobel klik Field yang akan dipilih area-nya (misal “KABUPATEN”).
d. Klik tanda =
e. Klik Get Unique Values -> dobel klik kategori (misal ‘KOTAMADYA SURAKARTA’)
f. Klik Apply -> OK.
7. Membuat layer baru berdasarkan area yang telah dipilih
a. Klik kanan pada layer yang telah dipilih area-nya -> pilih Selection -> Create Layer From Selected Features.
b. Muncul layer baru di atas layer yang lama.
c. Remove layer lama dengan klik kanan -> Remove.
8. Mengubah peta menjadi shape
a. Ganti nama layer menjadi nama yang merepresentasikan peta.
b. Klik ArcToolbox (kotak warna merah) -> pilih Conversion Tools -> To Shapefile -> dobel klik Feature Class To Shapefile (multiple).
c. Pada Input Features pilih layer yang akan diubah ke shape -> pada output klik browse -> buat folder pada direktori -> pilih folder -> OK
d. Tunggu proses konversi, setelah Completed, klik Close.
e. Buka ArcCatalog -> refresh tempat menyimpan file yang sudah di jadikan shape.
f. Pilih folder yang sudah dibuat -> pilih polygon yang sudah menjadi shape -> klik kanan -> Properties -> pilih Select , kemudian lakukan pengaturan koordinat sistem -> klik Apply -> OK.
g. Remove peta lama.
h. Drag peta yang telah diubah menjadi shape ke ArcMap.

9. Menampilkan wilayah berdasarkan kelurahan, kecamatan, kabupaten
a. Pada ArcToolbox pilih Data Management Tools -> Generalization -> dobel klik Disolve.
b. Pada Input Features, pilih nama layer -> pada Dissolve_Field(s), beri checklist pada KECAMATAN -> OK.
c. Rename layer sesuai dengan hasil disolve (misal Kecamatan), lakukan hal yang sama untuk kabupaten, rename peta asli sebelumnya menjadi kelurahan.

10. Melakukan penyimpanan
Klik tombol Save pada toolbar -> pilih folder penyimpanan -> masukkan nama file -> Klik Save.

BAGIAN 2
1. Mengaktifkan editor toolbar
Klik Editior Toolbar (gambar node dan pensil). Tempatkan Editor Toolbar pada area toolbar.
2. Melakukan revisi database
Klik Editor pada Editor Toolbar -> Start Editing.
Klik kanan layer, pilih Open Attribute Tabel. Jendela attribute akan terbuka.
3. Menghapus bagian peta selain kota Solo
a. Beri tanda checklist pada layer Kabupaten.
b. Klik Editior Toolbar (gambar node dan pensil) -> klik Editor -> Start Editing.
c. Pada Task, klik Select Features Using an Area.
d. Klik area pada peta yang bukan merupakan wilayah Surakarta, tekan Delete.
e. Pada Editior Toolbar -> klik Editor -> Stop Editing.

4. Intersection
a. Pilih ArcToolbox -> Analysis Tools -> Overlay - > Intersect
b. Pada input, pilih kabupaten dan kecamatan untuk menampilkan kota solo berdasarkan kecamatan. pilih kabupaten dan kelurahan untuk menampilkan kota solo berdasarkan kelurahan.

5. Memperbaiki data
- Mengisi nama Kecamatan
Klik kanan pada layer yang sudah di-intercept, pilih Open Attribute Tabel.
Perhatikan bahwa ada beberapa baris pada field kecamatan masih kosong. Untuk memperbaikinya, select semua baris yang field kecamatannya kosong (dengan memencet tombol Ctrl) -> klik button Selected pada Show: di bagian bawah -> klik kanan pada nama field, pilih Field Calculator -> pada field pilih KECAMATAN, kemudian pada box editor tulis [KECAMATAN] = "KECAMATAN SERENGAN" -> OK.

6. Menambah field Populasi
a. Klik kanan pada layer yang sudah di-intercept, pilih Open Attribute Tabel.
Pada bagian bawah, klik Options -> pilih Add Field (apabila tidak bisa diklik, maka stop editor terlebih dahulu) -> isikan Name: POPULASI, Type: Long Integer -> OK.
b. Pada Editor -> Start Editing -> klik kanan pada field Populasi, pilih Field Calculator -> beri tanda checklist pada Advanced -> pada editbox Pre-Logic VBA Script Code tuliskan
IF [KECAMATAN]="KECAMATAN BANJARSARI" THEN PADAT=10945
IF [KECAMATAN]="KECAMATAN LAWEYAN" THEN PADAT=12723
IF [KECAMATAN]="KECAMATAN JEBRES" THEN PADAT=11311
IF [KECAMATAN]="KECAMATAN PASARKLIWON" THEN PADAT=18272
IF [KECAMATAN]="KECAMATAN SERENGAN" THEN PADAT=19899
klik pada editbox Populasi ketikkan
[AREA]*PADAT/1000000

klik OK.

7. Menampilkan label
a. Klik kanan pada layer peta yang diinginkan -> beri tanda checklist pada Label Feature.
b. Klik kanan pada layer peta yang diinginkan -> pilih Properties -> pilih tab Labels -> pada label field , pilih label yang diinginkan -> OK.

BAGIAN 3
1. Menambahkan Kepadatan Penduduk
a. Klik kanan pada salah satu layer, pilih Open Attribute Table, klik Option -> Add Field.
b. Buat field LUAS_HA bertipe double.
c. Precision : menunjukkan banyaknya digit angka, Scale : menujukkan banyaknya angka dibelakang koma.
d. Klik kanan pada LUAS_HA -> Field Calculator.
e. Hitung LUAS_HA dengan rumus : [AREA]/10000, klik OK.
f. Buat field KEPADATAN : [POPULASI]/([LUAS_HA]/100)
g. Klik kanan peta -> Properties -> Symbology -> Quantities -> Graduated Color -> Value : Kepadatan -> OK

2. Menambahkan Jalur Transportasi
a. Buka ArcCatalog, cari K1408343 Arc, drag ke ArcMap.
b. Buka ToolBox -> Conversion Tools -> To Shapefile, pilih K1408343
c. Buka ArcCatalog, refresh folder yang digunakan untuk menyimpan polygon, pilih K1408343 Arc, atur sistem koordinat (WGS 1984 UTM Zone 49S), drag ke ArcMap.
d. Geser K1408343 Arc ke bagian paling atas pada layer.
e. Lakukan intersection sehingga diperoleh jalur transportasi di Kota Solo saja.
f. Pada layer baru tersebut, klik kanan -> Properties-> Symbology-> Categories -> Unique Values.
g. Isikan pada Value Field : NAMA_UNSUR, Add All Values
h. Atur urutan (dengan panah yang ada disamping) menjadi:
1) Jalan Arteri
2) Jalan Kolektor
3) Jalan Lokal
4) Jalan Lain
5) Jalan Setapak
6) Jalan Kereta Api
7) Yang tidak ada namanya di-remove
i. Ganti simbol (dengan dobel klik pada symbol jalan) menjadi:
1) Jalan Arteri -> Highway
2) Jalan Kolektor -> Highway Ramp
3) Jalan Lokal -> (Mayor Road)
4) Jalan Lain -> (Arterial Street)
5) Jalan Setapak -> (Boundary County)
6) Jalan Kereta Api -> Railroad


3. Menampilkan Jembatan
a. Cari kode unsur jembatan di folder 007 Legenda\indonesia\LegendaPeta.hlp (jangan lupa dicatat).
b. Klik Selection-> Select By Attributes
c. Pilih kode unsur, Get Unique Value
d. Tulis :"KODE_UNSUR" = 2220 OR "KODE_UNSUR" = 2221 OR... dst sampai kode unsur jembatan terakhir.

0 komentar:

¿Te animas a decir algo?

 
lost in space | Copyright © 2011 Designed by: compartidisimo | With the technology: Blogger