Buscar

Selasa, 17 April 2012

Crontab error bad timing

Postingan kali ini spesial buat membahas salah satu error yg sering kita temui kalo lagi setting cron di freebsd. nah, kebetulan kemaren ketika saya lg nyetting server via ssh, saya jg menghadapi error yang sama.. pas lg nyetting cron dengan konfigurasi :

*/5 * * * * /usr/local/bin/php /usr/local/www/apache22/data/similarity/getdata.php > /dev/null
muncullah bad timing error itu..nah, sebenernya ga ada yang salah sama konfigurasi diatas, cuma kalau nyetting pake putty kita memang harus lebih hati"..kenapa saya bilang lebih hati"? karena kadang kalau lg nyetting via putty, kita males mem"full screen"kan console nya..nah, kalo dalam keadaan ngga full screen, ketika lagi nyetting cron, walaupun kita ngga nekan enter, ketika tampilan dilayar berganti baris, maka bakal dianggap enter sama si cron..makanya ketika di save akan muncul bad time error,,simple tp bikin puyeng =..=a jadi, jangan sampai teman" mengalami kepusingan yang sama ketika nyetting cron freebsd via putty n ssh yak! :D

Sabtu, 04 Februari 2012

ALTQ Error : pfctl: should have one default queue

yaaak, another error-solving post dari saya ~:D

semingguan ini kebetulan saya kembali mengoprek PF di FreeBSD (tutorial lengkapnya ntar menyusul deh kalo udah di fix kan :D) dan mendapatkan error yg membingungkan hati dan pikiran, sampe ga doyan makan n ga bisa tidur ~ ok, gw mulai lebai ~

jadi gini ceritanya..pas bikin rules downstream buat client-client pake rule antrian HFSC, setelah panjang lebar ngetik settingan, pas di run keluar banyak error yg intinya begini :

pfctl: should have one default queue on re0


gw terhenyak..shock..kaget..
perasaan gw udah bener bener baca tutorialnya..
ternyata ini hanyalah sbuah error sepele ~
intinya, ruleset HFSC di ALTQ nya PF mewajibkan kita punya minimal sebuah queue default..jadi, kira kira harus ada rule semacam ini
queue default bandwidth 10% priority 8 qlimit 500 hfsc (default realtime 8%)

wkwkwkwkw..simple banget ternyata error yg bikin saya pusing semalam suntuk ini :))

Selasa, 17 Januari 2012

Apache22 libgdbm error

recently I installed ntop-4.1.0_2 on my server, and it ask me to upgrade my gdbm into gdbm-1.9.1. But after the installation, my Apache wont start since the libgdbm replaced from libgdbm.so.3 into libgdbm.so.4, and when I try to start the apache, it shown


/libexec/ld-elf.so.1: Shared object "libgdbm.so.3" not found, required by "httpd"


When I run ldd /usr/local/sbin/httpd it gives an answer


/usr/local/sbin/httpd:
libm.so.5 => /lib/libm.so.5 (0x280da000)
libpcre.so.0 => /usr/local/lib/libpcre.so.0 (0x280f4000)
libaprutil-1.so.3 => /usr/local/lib/libaprutil-1.so.3 (0x28130000)
libdb-4.2.so.2 => /usr/local/lib/libdb-4.2.so.2 (0x2814c000)
libgdbm.so.3 => not found (0x0)
libexpat.so.6 => /usr/local/lib/libexpat.so.6 (0x28220000)
libiconv.so.3 => /usr/local/lib/libiconv.so.3 (0x28240000)
libapr-1.so.4 => /usr/local/lib/libapr-1.so.4 (0x28336000)
libcrypt.so.5 => /lib/libcrypt.so.5 (0x2835d000)
libthr.so.3 => /lib/libthr.so.3 (0x28376000)
libc.so.7 => /lib/libc.so.7 (0x2838b000)


that's happened because the current version of Apache I used that time was not support the new libgdbm that I have in my server, so if you face the error, the only suggestion I can give to you is

upgrade the apache into 2.2.21
manually uninstall it and then install the new version of Apache


I know it sounds stupid, but believe me, it works :D

MYSQL ERROR : ERROR 1045 (28000): Access denied for user 'root'@'localhost' (using password: NO)

malam ini saya mendapatkan kejadian mengejutkan pas lg ngoprek FreeBSD, tiba" database ngga bisa diakses..saya yg lagi skripsi ini sontan panik, shock dan ngga ngerti harus berbuat apa.. *nangis dipojokan*
akhirnya setelah browsing beberapa kemungkinan yg bisa dilakukan untuk memperbaiki database saya, saya memilih untuk melakukan langkah langkah dibawah ini ~

1. stop proses MySQL dan copy database nya dengan command dibawah ini


/usr/local/etc/rc.d/mysql-server stop
mv /var/db/mysql /var/db/mysql_old


2. setelah dipastikan database sudah dicopy, start lagi MySqlnya ~

/usr/local/etc/rc.d/mysql-server start

dan buka MySql dengan password yang baru

mysql -u root -p
Enter password:


3. setelah masuk, saya sarankan untuk exit lagi dan buka dari web browser ~ di 127.0.0.1/phpmyadmin, kalo database nya ilang, jangan panik..tinggal copy lagi database yg udah kita back up tadi disini

mv /var/db/mysql_old /var/db/mysql


dan voila ~ database anda bisa diakses lagi seolah tidak terjadi apa" :))




note : tutorial ini dibuat dengan environment sebagai berikut =
- OS : FreeBSD 8.2
- MySql : mysql-client-5.0.92, mysql-server-5.0.92

Rabu, 04 Mei 2011

Tutorial GIS part 4 (selesai)


ini adalah tutorial terakhir yg dibuat, karena tugas terakhir jg..hohoho ~

Tutorial GIS Selection

A. Menentukan Selectable Layer

Kita dapat menentukan layer mana saja yang akan aktif (dapat kita pilih) untuk proses selection.

1. Klik menu Selection -> Pilih Set Selectable Layer.

2. Beri tanda cek pada layer yang ingin diaktifkan untuk proses selection. Kita juga dapat menggunakan tombol Select All dan Clear All.

3. Jika layer sudah dicentang, berarti layer tersebut dapat kita pilih dalam proses selection.

4. Klik Close.

B. Select By Attributes

1. Klik menu Selection -> Select By Attributes -> Pilih Layer yang akan diproses, misal tata_guna_lahan.

2. Perhatikan bagian Only show selectable layers in this list (Anda pasti sudah tahu maksudnya)

3. Pilih Method yang diinginkan.

4. Pada kotak di bawah Method, dobel klik atribut yang akan dimanipulasi datanya, misal NAMA_UNSUR.

5. Pilih operator ( = , <> , Like , And, dsb ) yang akan digunakan dengan mengklik tombolnya.

6. Klik tombol Get Unique Values -> Akan muncul daftar value di kotak di atas tombol Get Unique Values, dobel klik values yang diinginkan.

7. Di bawah tombol Get Unique Values akan terlihat sebuah query sesuai setting kita. Misal : SELECT * FROM tata_guna_lahan WHERE “NAMA_UNSUR” = ’Sawah’.

8. Klik Apply -> OK.

9. Pada peta akan tampak area yang mempunyai border biru-kehijauan, area tersebut merupakan hasil query yang kita lakukan sebelumnya.

10. Untuk membuat layer baru yang hanya berisi area tersebut, klik kanan pada layer (misal tata_guna_lahan) -> Selection -> Create Layer

From Selected Features -> akan muncul layer baru yang hanya menampilkan area yang dipilih.

11. Selanjutnya kita dapat melakukan berbagai hal terhadap layer tersebut (dibuat shapefile, dsb).

12. Hilangkan border biru-kehijjauan pada layer tata_guna_lahan dengan klik kanan -> Selection

-> Clear Selected Features.

C. Select By Location

Dengan Select By Location kita dapat melakukan Selection dari beberapa layer.

1. Klik menu Selection -> Select By Location

2. Pada bagian I want to, pilih aksi yang ingin dilakukan, misal select features from.

3. Beri tanda cek pada layer yang terdapat pada list di bawah tulisan the following layer(s), misal tata_guna_lahan.

4. Di bawah tulisan that, pilih aksi yang akan dilakukan, misal intersect.

5. Pada bagian the features in this layer, pilih layer yang akan di intersect dengan layer tata guna lahan, misal layer kota_SKA.

6. Jika diperhatikan dari atas, maka akan terbentuk sebuah command : I want to select features from the following layer(s): tata_guna_lahan that intersect the features in this layer: kota_SKA.

7. Klik Apply -> Close.

8. Pada peta akan tampak area yang mempunyai border biru-kehijauan, area tersebut merupakan hasil selection yang kita lakukan sebelumnya.

9. Ikuti langkah 10 – 12 pada bagian Select By Attributes di atas.

10. Jika kita cocokkan dengan border / batas kota Surakarta, maka ada beberapa area tata_guna_lahan yang berada di luar batas kota. Inilah perbedaan intersect menggunakan select by location dengan intersect menggunakan toolbox.

D. Selection dengan Query Builder

1. Pilih toolbox Analysis Tool -> Extract -> Select -> Muncul jendela Select.

2. Pada Input Features, pilih layer yang akan diproses. Pada Output Feature Class, kita dapat mengatur lokasi penyimpanan dan nama shapefile.

3. Pada bagian Expression, klik tombol SQL untuk membuka Query Builder. Caranya hampir sama dengan langkah 4 – 6 pada bagian Select By Attributes di atas -> Klik OK.

4. Pada textbox di bawah tulisan Expression akan muncul atribut dan value yang tadi kita pilih, misal “NAMA_UNSUR” = ’Sawah’ -> Klik OK.

5. Akan muncul jendela proses pembuatan shapefile, tunggu sampai proses selesai.

6. Lakukan refresh pada folder penyimpanan di ArcCatalog, akan muncul shapefile yang baru saja kita buat.

7. Jadi, perbedaan dengan selection menggunakan select by location adalah

- Selection menggunakan select by location tidak langsung membuat shapefile baru, namun hanya memilih atribut dengan value tertentu, yang selanjutnya dapat dibuat layer.

- Selection menggunakan Query Builder langsung membuat shapefile baru sesuai dengan atribut dan value yang telah kita pilih.


Tutorial GIS Penyajian Peta

A. Mengatur Layout Peta

1. Buka ArcMap, load file kerja peta Surakarta.

2. Pilih Layout View (icon kertas pada bagian pojok kiri bawah).

3. Atur kertas dengan klik menu File -> Page and Print Setup -> atur sesuai keinginan.

4. Menambahkan Judul

Klik menu Insert -> Title -> muncul textbox di atas peta -> atur isi dan letak judul.

5. Menambahkan Legenda

Klik menu Insert -> Legend -> pilih layer yang akan ditampilkan dalam legenda dengan mengklik tombol , Pastikan layer yang akan ditampilkan sudah dalam keadaan aktif (dicentang)! Untuk me-remove Item, klik tombol -> klik Next ->

Masukkan Legend Title dan atur atribut lainnya -> klik Next -> Atur Legend Frame (Border, Background, Drop Shadow, dll) -> klik Next -> Atur Patch bila perlu -> klik Next -> Atur spacing bila perlu, klik Finish. Akan muncul label legenda.

6. Mengatur content pada legenda

Kita bisa mengatur letak dan content pada legenda tersebut dengan mendobel klik pada legenda tersebut, terlebih dahulu gunakan pointer . Akan muncul jendela Legend Properties, kita bisa menyesuaikan atribut sehingga bisa mendapatkan tampilan yang kita inginkan.

7. Menampilkan skala peta

Klik menu Insert -> Scale Bar -> pilih style skala yang diinginkan -> klik OK.

Atur agar angka pada skala terlihat lebih bagus dengan memperlebar atau mempersempit scale bar.

Skala peta dapat diatur dengan mengganti angka pada drop down box scale yang terdapat di bawah menu Window.

8. Menampilkan arah mata angin

Klik menu Insert -> North Arrow -> pilih style panah mata angin -> klik OK.

9. Menampilkan Grid Line

Klik kanan pada garis tepi peta -> pilih Properties -> pilih tab Grid -> klik New Grid -> pilih jenis grid yang diinginkan -> klik Next beberapa kali sampai Finish -> Apply -> OK.

Kita dapat mengatur kerapatan grid dengan cara aktifkan grid -> klik kanan -> pilih Properties -> pada tab Grid, klik tombol Properties -> ubah angka pada X Axis dan Y Axis - Apply -> OK -> Apply -> OK.

B. Mengatur Simbol Pada Peta

1. Klik kanan pada layer yang akan diproses -> Pilih Properties -> Pilih tab Symbology.

2. Untuk bagian Categories, sudah kita praktekkan pada tutorial sebelumnya.

3. Quantities

Menandai suatu area berdasarkan field tertentu.

Terdapat beberapa pilihan yaitu:

- Graduated colors

- Graduated symbols

- Proportional symbols

- Dot density

Pada bagian Fields, kita dapat memili Value yang diinginkan, dan kita juga dapat mengedit Template simbol, Range dan Label serta properties lain sesuai kebutuhan.

4. Charts

Menampilkan grafik pada area berdasarkan field tertentu.

Terdapat beberapa pilihan yaitu:

- Pie

- Bar/Column

- Stacked

Kita dapat memilih field tertentu pada Field Selection dan menambahkannya ke kotak di sebelah kanannya. Kita juga dapat mengatur Symbol, Field dan properties lain sesuai kebutuhan.

Tutorial GIS part 3

TUTORIAL GIS GOOGLE EARTH

1. Buat folder GE_UNS_2011.

2. Buka Google Earth, Fly to Surakarta, cari daerah kampus UNS.

3. Pilih tampilan tahun 2011 dengan cara

Buka View, beri tanda cek pada Historical Imagery. Historical Imagery akan muncul di bagian atas layar Google Earth. Pada Select Date, geser penunjuk ke paling kanan.

4. Tandai area dengan cara

- Cari persimpangan (pertigaan / perempatan) jalan di sekitar kampus UNS.

- Klik tool Add Placemark , geser pin ke tengah persimpangan tersebut (usahakan tepat di tengahnya, berarti di tengah jalan).

- Beri nama pada field Name, catat koordinat Latitude dan Longitude ke dokumen MS Excel, klik OK.


- Simpan dokumen MS Excel tersebut dengan nama GE_UNS_2011.xls pada folder GE_UNS_2011.


Gambar 1. Contoh penandaan area

Gambar 2. Contoh pendataan koordinat

- Atur tampilan peta agar maksimum namun semua pin dapat dilihat. Klik File -> Save -> Save Image -> pilih folder GE_UNS_2011 -> Save.

5. (To be continued …)

TUTORIAL GIS Georeferencing SURAKARTA

1. Buka ArcMap, buka project Demografi_Surakarta yang dulu pernah dibuat.

2. Masukkan peta SURAKARTA.jpg (yang didapatkan dari e-learning). Jika peta tidak terlihat, maka klik Fit to Display pada Georeferencing. Catat koordinat yang ada pada ujung peta, masukkan koordinat X (vertikal) dan koordinat Y (horizontal) ke dokumen MS Excel. Pencatatan dilakukan dari pojok kanan atas – pojok kanan bawah – pojok kiri bawah – pojok kiri atas. Simpan dokumen MS Excel tersebut dengan nama 1408343.xls. Remove peta SURAKARTA dari layer.

3. Melakukan Georeferencing

- Masukkan data koordinat dari file .xls dengan klik menu Tools -> Add X Y Data.

- Muncul jendela Add X Y Data. Klik Browse -> cari 1408343.xls -> sheet-nya -> Add.

- Klik Edit (pada bagian kanan bawah) -> atur koordinat (…49S) -> Add.

- Klik Apply -> OK -> OK. Muncul jendela konfirmasi -> klik OK saja.

- Muncul titik-titik pada workspace (jendela tampilan). Ganti simbol titik tersebut dengan tanda silang warna merah.

- Masukkan kembali peta SURAKARTA.jpg.

(Jangan panik jika titik atau peta tidak terlihat)

- Aktifkan toolbar Georeferencing : Klik View -> Toolbar -> beri tanda cek pada Georeferencing.

- Klik pada Georeferencing -> Fit To Display.

- Keempat titik dan peta akan terlihat. Lakukan zoom in pada pojok-pojok peta.

- Gabungkan pojok peta dengan tanda silang dengan tool Add Control Points . Caranya yaitu tempatkan tanda + pada pojok peta(1) kemudian drag ke tanda silang X , kemudian dobel klik pada tanda silang tersebut. Lakukan pada keempat pojok peta.

- Jika gambar kurang besar, bisa menggunakan Magnifier : klik Window -> Magnifier.

- Sesuaikan koordinat X dan Y peta dengan klik tool View Link Table . Ganti koordinat pada X Map dan Y Map sesuai dengan koordinat pada peta. Lakukan pada keempat pojok peta.

- Lakukan Rectify pada peta dengan klik Georeferencing -> Rectify, muncul jendela Save As, pilih Output Location dan pada Format, ganti dengan TIFF -> Save.

4. Masukkan peta Surakarta.tif dan file tata guna lahan (G1408343) yang sudah dalam bentuk shapefile dan sudah disetting koordinatnya.

5. Ganti Symbology pada tata guna lahan, pada Value Field pilih NAMA_UNSUR. Perhatikan, pada peta terdapat Air Laut di wilayah Surakarta yang seharusnya tidak ada.

Atur Transparency peta tata guna lahan tersebut, misal 50%.

6. Mengganti NAMA_UNSUR

- Zoom in pada peta, gunakan tool Select Features , klik pada daerah yang akan diganti NAMA_UNSUR-nya.

- Open Attribute Table pada layer tata guna lahan, klik Selected, klik kanan pada NAMA_UNSUR, pilih Field Calculator, ketikkan “Pemukuman”, klik OK.

- Lihat hasilnya pada peta, warna peta akan berubah yang menandakan penggantian NAMA_UNSUR behasil dilakukan.

- Lakukan pada daerah lainnya satu per satu (atau ada cara lain yang lebih cepat).

 
lost in space | Copyright © 2011 Designed by: compartidisimo | With the technology: Blogger